Diktator! Cina Kini Terapkan Sistem Kredit Sosial!

Kredit sosial merupakan sistem yang mana pemerintah akan memantau segala aktivitas warganya seperti hubungan sosial, lalu lintas, kejujuran dan semacamnya. Jika berperilaku baik dan patuh terhadap aturan, maka kredit sosial yang didapatkan semakin tinggi begitupun sebaliknya.

Pemerintah di sana telah memasang 200 juta kamera pengintai serta menggunakan sistem Artificial Intelligence untuk pengenalan wajah seseorang.

Sejak zaman dahulu, orang Cina memang sangat berpegang teguh pada 5 prinsip, yakni: "Kebaikan, Kebenaran, Kesopanan, Kebijaksanaan, dan Kredit" 

Bagi yang mendapatkan skor rendah maka akan dilakukan pembatasan aktivitas, seperti larangan menggunakan kereta api ataupun pesawat terbang, dilarang masuk ke sekolah unggulan hingga akan disebarluaskan daftar nama yang memiliki kredit sosial rendah kepada publik.

Sebaliknya, bagi yang mendapatkan kredit sosial yang tinggi akan mendapatkan keuntungan dan kemudahaan. Contohnya, anda tidak perlu membayar uang muka untuk memesan hotal ataupun bagi yang mencari jodoh, akan lebih mudah dalam mendapatkan pasangan yang lebih baik dan cantik.

Tidak hanya pengawasan bersifat fisik saja, pemerintah Cina juga melakukan pengawasan yang sifatnya online. Ada banyak pelanggaran yang akan dicari oleh pejabat Cina, termasuk bukti tertulis dan berbagi ideologi anti-pemerintahan.

Mayoritas kota besar di Cina sudah menerapkan sistem ini, pemerintah melacak sebanyaknya perilaku dan tindakan-tindakan yang dilakukan warganya. Beberapa tindakan sepele seperti menyebrang jalan raya sembarangan, berjalan-jalan dengan anjing tanpa mengikatnya ataupun curang dalam bermain game akan dapat menurunkan kredit sosial seseorang.

Warga Tiongkok sangat mendukung diterapkannya sistem ini, dalam sebuah studi mengungkapkan bahwa 80% responden menyetujuinya dan hanya 1% yang menolak dengan tegas sistem kredit sosial tersebut.

Tujuan diterapkannya sistem ini ialah memudahkan orang untuk berbisnis ataupun berinteraksi sosial terhadap orang lain. Nilai kredit sosial akan dijadikan indikator bahwa pihak lain dapat dipercaya dalam konteks bisnis ataupun dari segi perilaku.

Sistem ini masih belum sepenuhnya diterapkan secara umum di Cina. Negeri tirai bambu tersebut rencananya meresmikan sistem ini pada tahun 2020 namun hal tersebut harus ditunda efek pandemi COVID-19 dan akan direncanakan ulang pada tahun 2021.

[1] Suwarno, Ricky. 2019. "Sistem Kredit Sosial China". Diakses dari kumparan,com/ricky-suwarno/sistem-kredit-sosial-china-1rntuNHiuSO. Diakses pada 3 April 2021.

[2] Kostka, Genia. 2019. "China’s social credit systems and public opinion: Explaining high levels of approval". Diakses dari journals,sagepub,com/doi/full/10.1177/1461444819826402. Diakses pada 3 April 2021.

[3] Donelly, Drew. 2021. "An Introduction to the China Social Credit System". Diakses dari nhglobalpartners,com/china-social-credit-system-explained/. Diakses pada 3 April 2021.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url